TULUNGAGUNG – Kabupaten Tulungagung kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat provinsi. Kali ini, Tulungagung berhasil meraih Juara 3 Syariah Award Jawa Timur 2026 untuk kategori Ekonomi Hijau Berkelanjutan. Penghargaan bergengsi ini diharapkan menjadi pemacu utama bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus berinovasi serta memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah tersebut.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, kepada Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, di Grand City Convention and Exhibition Hall pada Minggu, 26 September 2026. Apresiasi ini diberikan dalam rangkaian penutupan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa 2026 yang diinisiasi oleh Bank Indonesia.
Dalam Syariah Award 2026, total ada 18 kabupaten/kota di Jawa Timur yang berhasil membawa pulang penghargaan untuk 16 kategori berbeda. Tulungagung menonjol di sektor kelestarian lewat pencapaiannya pada kategori Ekonomi Hijau Berkelanjutan.
Hasil Kolaborasi Lintas Sektor
Keberhasilan ini tidak diraih dalam sekejap. Proses pengisian, pengolahan, dan verifikasi data komprehensif untuk ajang ini telah berlangsung sejak bulan Juli hingga minggu pertama September 2026.
Bagian Perekonomian dan SDA Setda Tulungagung bertindak sebagai motor penggerak dengan melibatkan sinergi kuat dari berbagai instansi, antara lain:
• Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
• Dinas Koperasi dan Usaha Mikro
• Dinas Perindustrian dan Perdagangan
• Dinas Lingkungan Hidup
• Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tulungagung
Komitmen pada Lingkungan dan Kesejahteraan
Penghargaan ini menjadi bukti nyata dari komitmen Pemkab Tulungagung dalam mengembangkan ekonomi syariah. Pola pengembangan yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada angka pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga sangat memperhatikan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan hidup.
Saat ini, berbagai sektor ekonomi lokal di Tulungagung mulai menunjukkan tren positif yang selaras dengan prinsip syariah dan hijau. Sektor-sektor strategis seperti Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), industri halal, kuliner, perdagangan, hingga pariwisata terus didorong agar memiliki daya saing yang tinggi di pasar yang lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung menegaskan bahwa penguatan sektor-sektor ini bertujuan untuk membuka peluang ekonomi baru yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Melalui penghargaan Syariah Award Jatim 2026, Tulungagung ingin membuktikan bahwa ekonomi bukan sekadar urusan profit, melainkan tentang menghadirkan manfaat nyata, menjaga keberlanjutan bumi, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata.(Red)






