TULUNGAGUNG,INFOTERASTV.COM – Pencarian selama 6 hari berakhir duka. Nelayan pencari gurita yang sempat dilaporkan hilang tergulung ombak besar di Pantai Ngalur, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, akhirnya ditemukan meninggal dunia, Selasa (21/10/2026).
Korban diketahui bernama Angga Kurniawan (31), warga Dusun Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Achmad Mugiyono, mengatakan operasi pencarian hari ketujuh dimulai pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB.
“Pagi ini tim SAR gabungan melaksanakan briefing dan pembagian Search and Rescue Unit (SRU) untuk memulai operasi pencarian korban,” ujar Mugiyono.
Namun, baru lima menit operasi berjalan, kabar penemuan jenazah datang dari nelayan setempat.
“Namun sekitar pukul 07.05 WIB, tim mendapat informasi dari nelayan bahwa ada penemuan jenazah,” jelasnya.
Mendapat informasi tersebut, Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Tulungagung, Basarnas Trenggalek, Polairud, TNI AL, Polsek Tanggunggunung, dan nelayan lokal segera bergerak menuju titik yang dilaporkan. Sekitar pukul 08.00 WIB, jenazah berhasil dievakuasi.
Jenazah ditemukan pada koordinat 8°20’54.6″S, 111°51’32.6″E, atau sekitar 4 nautical miles dari lokasi kejadian awal korban dilaporkan hilang.
“Jenazah yang ditemukan kemudian diperiksa dan diidentifikasi. Hasilnya, jenazah tersebut merupakan nelayan gurita yang tergulung ombak, Angga Kurniawan,” terang Mugiyono.
Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan oleh tim medis, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak berwenang dan pihak keluarga untuk dimakamkan. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR pencarian nelayan gurita di Pantai Ngalur resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
“Setelah korban berhasil dievakuasi, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” tegasnya.
Kronologi Terbaliknya PerahuDiketahui, peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu (15/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Korban Angga Kurniawan berangkat melaut bersama adik kandungnya, Fauji, untuk mencari gurita di perairan Pantai Ngalur. Keduanya menggunakan dua perahu sampan kecil yang berbeda.
Sekitar pukul 11.00 WIB, ombak besar tiba-tiba datang menerjang perahu milik Angga. Perahu kecil itu terbalik dan tergulung ombak, sementara Angga dilaporkan hilang terbawa arus.Adik korban, Fauji, yang berada di perahu berbeda berhasil selamat. Ia mengaku tidak berani melakukan pertolongan karena kondisi ombak yang saat itu sangat besar dan membahayakan.
Perairan selatan Tulungagung, khususnya Pantai Ngalur, memang dikenal memiliki karakter ombak besar dan arus kuat, terutama saat peralihan musim. BPBD mengimbau nelayan tradisional untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca dan gelombang dari BMKG sebelum melaut.(Red)






