Beranda / Berita / Plt Bupati Tulungagung Angkat Bicara soal Viral Pelesiran DWP ke Wonosobo: Kegiatan Inti Tak Diunggah, yang Diunggah Malah Wisatanya

Plt Bupati Tulungagung Angkat Bicara soal Viral Pelesiran DWP ke Wonosobo: Kegiatan Inti Tak Diunggah, yang Diunggah Malah Wisatanya

TULUNGAGUNG, INFOTERASTV.COM – Kegiatan pelesiran istri pejabat yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tulungagung ke Wonosobo menuai komentar miring di media sosial. Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik studi referensi DWP tersebut.

“Kegiatan itu sebenarnya sudah rutin dilaksanakan. Tujuannya untuk menjalin komunikasi dan hubungan antarkabupaten,” ujar Ahmad Baharudin di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (27/10/2026).

Diketahui sebelumnya, kegiatan studi referensi DWP Tulungagung ke Wonosobo berlangsung pada tanggal 19-21 Oktober 2026. Di media sosial DWP, rombongan tampak asyik berwisata, hingga memicu kritik warganet yang menyebut kegiatan hanya hura-hura menggunakan uang rakyat. Menanggapi hal itu, Baharudin menjelaskan, dalam setiap kunjungan kerja, wajar jika ada waktu mampir ke tempat wisata. Namun ia menyayangkan admin media sosial DWP tidak berimbang dalam mengunggah dokumentasi.

“Namanya orang berkunjung pasti pada waktu pulang mampir ke tempat wisata. Tapi kegiatan inti justru tidak diunggah. Yang diunggah malah kunjungan mampir ke tempat wisata,” terangnya.

Ia membenarkan bahwa kegiatan studi referensi tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan total anggaran sekitar Rp 50 juta. Namun, ia menegaskan tidak semua biaya ditanggung APBD.

“Semua anggaran tidak murni dari APBD. Untuk kegiatan ekstra itu mereka iuran, jadi ibu-ibu iuran sendiri. Kegiatan intinya sudah dilaksanakan,” jelasnya.

Baharudin pun meminta agar kejadian ini menjadi pelajaran. Ia menyarankan pengelola media sosial DWP lebih bijak dan proporsional dalam menampilkan kegiatan, antara agenda inti dan agenda tambahan.

“Lain kali kalau mengunggah sebaiknya seimbang antara kegiatan inti dan kegiatan ekstra. Tetap ada evaluasi. Semuanya kami evaluasi supaya lebih baik,” paparnya.

Pihaknya memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan studi referensi DWP agar lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.(Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *