TULUNGAGUNG, INFOTERASTV.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung menyebut Jembatan Junjung yang saat ini dalam tahap pembangunan, elevasinya ditambah sekitar 1,5 meter. Penambahan ketinggian dilakukan untuk mengantisipasi luapan air sungai dan tumpukan sampah saat musim hujan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro, mengatakan progres pembangunan Jembatan Junjung yang amblas pada Desember 2024 lalu saat ini sudah memasuki pemasangan badan jembatan dengan model girder beton.
“Model jembatan ini tidak menggunakan fondasi di bagian tengah seperti jembatan lama,” kata Galih.
Menurut Galih, elevasi atau ketinggian jembatan sengaja ditambah 1,5 meter dari konstruksi sebelumnya. Hal itu dilakukan karena posisi jembatan berdekatan dengan DAM Pacar, yang saat musim hujan mengalami peningkatan debit air yang signifikan.
“Bila jembatan tidak ditinggikan, maka berpotensi terkena debit air dan sampah yang terbawa bisa tersangkut di jembatan,” ujarnya.
Galih menjelaskan, pada jembatan lama, sampah dan material yang terbawa arus kerap tersangkut di fondasi tengah jembatan sehingga menghambat aliran air dan memicu kerusakan konstruksi. Dengan model girder tanpa pilar tengah, aliran air diharapkan lebih lancar.
Pihaknya menargetkan pembangunan Jembatan Junjung rampung dan sudah bisa dibuka aksesnya pada Desember mendatang.
Sementara itu, warga sekitar menyambut baik pembangunan kembali jembatan tersebut. Warga berharap pembangunan dengan elevasi yang lebih tinggi membuat jembatan lebih aman saat musim hujan dan tidak kembali amblas.
Sebelumnya, Jembatan Junjung amblas pada bagian tengahnya saat debit air sungai meningkat di musim penghujan Desember 2024. Bangunan jembatan patah di bagian tengah hingga tidak bisa dilewati kendaraan, sehingga warga harus memutar melalui jalur alternatif.(Red)





