TULUNGAGUNG – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, meresmikan Rumah Terapi Anak Berdaya, Aktif, Kreatif dan Unggul (ABAKU) pada Kamis (13/8). Rumah terapi ini ditujukan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dan merupakan wujud kolaborasi antara Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung dengan Sentra Terpadu Kartini Kementerian Sosial RI di Temanggung.
Ahmad Baharudin berharap keberadaan Rumah Terapi ABAKU dapat memberikan manfaat luas serta keberkahan bagi warga Kota Marmer. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Reni Prasetyawati Ika Septiwulan, serta pihak Sentra Terpadu Kartini Temanggung atas terealisasinya fasilitas pelayanan yang sangat dibutuhkan anak-anak berkebutuhan khusus tersebut.
Layanan Terapi Gratis untuk Masyarakat Kurang Mampu
Fasilitas dan layanan yang tersedia di Rumah Terapi ABAKU Tulungagung mencakup layanan fisioterapi, okupasi terapi, serta terapi wicara. Seluruh layanan terapi tersebut disediakan secara gratis (tidak dipungut biaya) karena memang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu secara ekonomi, khususnya yang berada pada kategori desil 1 hingga desil 4.
Mengingat pentingnya operasional fasilitas ini, Pemkab Tulungagung juga mengajak keterlibatan masyarakat luas untuk bersumbangsih sebagai relawan.
”Saat ini untuk relawannya masih belum sepenuhnya tercukupi. Kami membuka seluas-luasnya bagi relawan Tulungagung untuk mengabdi di Rumah Terapi ABAKU,” tutur Ahmad Baharudin.

Sinergi Pusat dan Daerah
Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Sentra Terpadu Kartini Kemensos RI di Temanggung, Luluk Sugianto, menjelaskan bahwa Rumah Terapi ABAKU di Tulungagung merupakan fasilitas ke-21 yang didirikan dari total 22 wilayah kerja Sentra Terpadu Kartini.
Bentuk kolaborasi dalam pendirian rumah terapi ini mencakup pembagian peran, di mana Kementerian Sosial RI menyediakan kelengkapan peralatan terapi, sedangkan Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyiapkan ruangan terapi serta sumber daya manusia (relawan).
Saat ini, sudah terdaftar sebanyak 32 penerima manfaat di Rumah Terapi ABAKU Tulungagung. Tingginya angka pendaftaran ini sejalan dengan kondisi di daerah lain seperti Temanggung, di mana antrean anak berkebutuhan khusus yang memerlukan layanan terapi cukup tinggi.(red)





