TULUNGAGUNG – Ruang layanan rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional Kabupaten BNNK Tulungagung terlihat bersih dan lengkap. Semua fasilitas tersedia dan tidak dipungut biaya sepeser pun. Namun ironisnya, jumlah peminat masih jauh dari harapan.
Sepanjang semester pertama 2026, BNNK Tulungagung hanya mencatat 63 orang yang menjalani rehabilitasi rawat jalan. Dari angka itu, 34 orang sudah dinyatakan lulus dan menyelesaikan seluruh rangkaian program. Tiga orang lainnya kini masih dalam tahap pascarehabilitasi setelah sebelumnya menjalani rawat inap.
Sepinya peminat bukan karena fasilitas terbatas. Penyebab utamanya adalah stigma yang masih kuat di masyarakat. Banyak warga menganggap datang ke BNN sama dengan masuk penjara. Ketakutan itulah yang membuat banyak penyalahguna memilih diam dan menyembunyikan kondisinya, padahal mereka butuh pertolongan.
Padahal seluruh layanan yang diberikan BNNK Tulungagung gratis sepenuhnya. Proses dimulai dari asesmen untuk mengetahui tingkat ketergantungan, dilanjutkan konseling, terapi, hingga pendampingan pascarehabilitasi. Tidak ada biaya, tidak ada pungutan, dan identitas klien dijamin kerahasiaannya.
Kepala BNNK Tulungagung, Wasbaka Abia Yuvona, menegaskan bahwa tujuan rehabilitasi bukan untuk menghukum.
“Orang itu banyak yang takut rehabilitasi. Mereka mengira kalau datang ke BNN nanti akan diproses hukum atau dipenjara. Padahal, rehabilitasi itu tujuannya menyembuhkan, bukan menghukum,” ujarnya.
BNN menggunakan pendekatan Victim Approach. Penyalahguna dipandang sebagai korban yang sakit dan harus dipulihkan, bukan sebagai penjahat yang harus dijauhi.
“Semakin cepat datang, semakin besar peluang untuk sembuh. Jangan menunggu sampai keluarga berantakan, pekerjaan hilang, baru mau berobat,” lanjut Wasbaka.
BNNK Tulungagung berharap stigma “ke BNN sama dengan ke penjara” segera hilang. Karena setiap satu orang yang berani pulih, artinya ada satu keluarga yang bisa diselamatkan dan satu generasi yang terhindar dari kerusakan lebih jauh.
Layanan rehabilitasi rawat jalan dibuka setiap hari kerja. Masyarakat cukup datang langsung ke kantor BNNK atau menghubungi petugas untuk asesmen awal. Pesan dari BNNK sederhana. Kalau sakit berobat. Kalau kecanduan, rehabilitasi. Jangan sampai terlambat karena takut dan malu.(red)






