TULUNGAGUNG – Masyarakat pesisir Pantai Gemah di Desa Keboireng bersama kelompok sadar wisata, Kabupaten Tulungagung, menggelar ritual Grebeg Suro Sedekah Bumi. Mereka mengarak tumpeng raksasa berisi aneka hasil bumi menyusuri kawasan wisata itu dalam rangka memperingati 1 Muharam tahun baru Islam. Kegiatan budaya yang telah digelar sejak beberapa tahun terakhir ini menjadi tontonan wisatawan.
Acara diawali dengan selamatan bersama warga dan wisatawan lalu dilanjutkan dengan mengarak tumpeng menyusuri pantai dan kembali ke panggung utama. Usai diarak keliling kawasan wisata pesisir JLS, tumpeng lalu dipurak atau diperebutkan oleh warga dan wisatawan yang sudah menunggu,Selasa (16/6/2026).
Tradisi budaya itu digelar warga pesisir Desa Keboireng sejak beberapa tahun terakhir. Terutama sejak Pantai Gemah mulai dibuka untuk pariwisata semenjak jalur lintas selatan daerah itu tersambung dan beroperasi untuk umum.
Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai atraksi budaya untuk mendongkrak daya tarik dan kunjungan wisata Pantai Gemah yang saat ini terus menurun hingga 75 persen. Jumlah wisatawan yang berkunjung mengalami penurunan drastis dibanding tahun-tahun awal JLS dibuka dan wisata Pantai Gemah mulai dikenal masyarakat.
Menurut salah satu warga, pengembangan Pantai Gemah saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya berakhirnya perjanjian kerja sama pengelolaan yang selama ini menjadi landasan operasional kawasan wisata tersebut. Kepastian regulasi dan pengelolaan diperlukan untuk mendukung pengembangan destinasi wisata unggulan di pesisir selatan Tulungagung itu. Pihak desa berharap pemerintah daerah dapat membantu percepatan penyelesaian kerja sama pengelolaan sekaligus mendukung penambahan wahana wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.
Pelaksanaan Grebeg Suro Sedekah Bumi diharapkan menjadi salah satu upaya masyarakat untuk menjaga tradisi sekaligus memperkuat daya tarik wisata Pantai Gemah yang selama ini menjadi penggerak ekonomi warga setempat.(mamud)



